Senin, 15 September 2014

PULAU TATAS, WILAYAH KERAJAAN BANJARMASIN YANG (PERTAMA KALI) DI-ANEKSASI VOC BELANDA





Gerbang Benteng Tatas di tahun 1924 saat dikunjungi Gubernur Jenderal Hindia Belanda Dirk Fock. Perhatikan tulisan angka 1606 yang ada di tengah-tengah puncak gerbang Fort van Tatas, sudah sejak tahun itulah VOC Belanda menjejakkan kakinya di Negeri Banjar.




Pulau Tatas sebenarnya adalah sebuah delta, yang seiring perubahan waktu menjelma menjadi sebuah pulau kecil. Letaknya di persimpangan, antara Sungai Martapura (atau Sungai Cina) dengan Sungai Antasan (atau Sungai Kween). Secara geografis, letaknya boleh dikatakan sangat strategis, karena terletak di persimpangan; bila ke barat maka akan memasuki wilayah tradisional Kerajaan Banjar awal di Kween, sedangkan bila terus ke arah timur akan menuju Martapura dan daerah Hulu Sungai

Karena letaknya yang sangat strategis itulah, bangsa-bangsa Erofa seperti Portugis, Inggris, Belanda sangat bernafsu untuk menguasai dan menetap di wilayah ini.



Pulau Tatas yang dikuasai VOC Belanda, pada gambar terletak di atas,  membentang dari selatan ke utara dan dibatasi oleh Sungai Tatas (atau Sungai Cina, dan sekarang dinamai Sungai Martapura) dengan Terusan/Antasan Kween. Gambar diambil dari buku Prof. M. Idwar Saleh.


Perairan di sekitar Pulau Tatas pada tahun 1880, di sebelah kanan. Sedangkan yang di sebelah kiri adalah wilayah perkampungan orang-orang Cina. (Sumber foto: KITLV Digital Media Library, dari karya fhotografer Woodbury & Page).

Di sebelah kiri adalah daratan wilayah Pulau Tatas, yang oleh VOC Belanda kemudian didirikan benteng pertahanan dan diberi nama Fort van Tatas.




bersambung ...................................................................................


0 komentar:

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Top WordPress Themes